PERAN TEKNOLOGI, GURU, DAN ORANG TUA DALAM

 (Suatu Peranan Tentang Aktivitas Masyarakat dalam Pembelajaran Daring diEra New Normal Kasus Pandemi Covid-19)


Moh Agil Bachtiar Ruddin 19170069

Mahasiswa Program Studi Manajemen Pendidikan Islam 

Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan

Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang


ABSTRAK

Pembelajaran Daring adalah Pembelajaran Dalam Jaringan yang ditentukan oleh Pemerintah dengan paksa disebabkan untuk memutus mata rantai distribusi Virus Covid-19 yang dimana virus tersebut dapat mudah menular dan mudah mengakibatkan Kematian. Dengan Pembelajaran Daring pastinya tidak mudah untuk seorang siswa/mahasiswa menerima dengan lapang dada, karena ada banyak faktor yang dialami untuk melakukan pembelajaran dalam jaringan yang awalnya pembelajaran tatap muka sekarang mendadak menjadi Daring Online. Tidak hanya siswa/mahasiswa yang mengalami kekecewaan dalam pembelajaran daring, namun Teknologi juga Berperan penting dalam Pembelajaran Daring tersebut, selain itu Guru, dan Orang tua juga tidak kalah Berperan penting untuk memberi bimbingan terhadap anak didik dalam Pembelajaran Daring di situasi Pandemi Covid-19 ini. 

Kata Kunci : Pembelajaran Daring, Kebijakan Pemerintah, Teknologi 


PENDAHULUAN

Pada tanggal 9 Januari 2020 WHO mengumumkan bahwa ada Pneumonia misterius terkait virus corona di Wuhan, China. Yang dimana virus tersebut dapat menular dengan mudah dan dapat menyebabkan kematian.

Tepat pada tanggal 2 maret 2020, pemerintah mengumumkan untuk pertama kalinya pasien positif covid-19 di Indonesia. Tentunya masyarakat indonesia pun langsung resah dan takut dengan adanya virus yang menyebabkan kematian tersebut. Hari bertambah hari bukannya virus covid-19 mulai membaik dan hilang tapi malah menjadi marak layaknya api yang menyebar cepat, sehingga pemerintah mengajukan teknik lockdown selama 14 hari dirumah yang dimana ekspetasi pmerintah dapat memutus rantai dan akan segera baik-baik saja. Tapi tidak, masyarakat indonesia sangat tidak memtahui peraturan dan banyak melakukan pelanggaran ketidaksiplinan dalam melaksanakan protokol kesehatan.

Pemerintah Indonesia mengeluarkan kebijakan pembelajaran daring sebagai upaya pencegahan adanya transmisi persebaran COVID-19 di sekolah terutama di ruang kelas. Maka dari itu, kebijakan ini membuat adanya pembatasan sosial dan pengenyampingan sistem pembelajaran tatap muka dan sementara akan digantikan dengan pembelajaran daring lewat beberapa platform digital yang telah dipilih oleh pihak guru dan masing-masing sekolah yang seperti Zoom meeting, google meet dan lain sebagainya. Dalam menjalankan kebijakan yang tentunya membawa wajah baru bagi pendidikan Indonesia ini tentunya masih terdapat banyak kendala dalam pelaksanaannya, karena tidak semua sekolah yang pernah melakukan sistem pembelajaran daring ini, maka wajar baik pihak guru, peserta didik maupun orang tua/wali peserta didik mendapatkan kendala menghadapi sistem baru ini. Berdasarkan hal-hal di atas, penulisan artikel ini menjadi sangat penting agar kita dapat mengetahui bagaimana sebenarnya peran teknologi, guru dan orang tua serta kesiapan dan tanggapan para peserta didik dalam menjalani sistem pembelajaran daring.


HASIL DAN PEMBAHASAN

Pada saat sebelum adanya Pandemi Covid-19, dengan normal dan keterbiasaannya peserta didik dalam menjalankan pembelajaran tatap muka disekolahan ataupun kampusnya. Seiring waktu berjalan yang dimana ketiba tibaan Pemerintah pusat pendidikan mengumumkan bahwa pembelajaran yang dimana awalnya bertatap muka menjadi bertatap handphone ataupun laptop secara online. siap tidak siap guru ataupun orang tua harus menyiapkan alat untuk menjalankan pembelajaran secara daring tersebut. Kebijakan ini diambil pemerintah sebagai upaya pencegahan semakin bertambahnya distribusi kasus positif COVID-19 secara massif yang tentunya meresahkan masyarakat Indonesia. Bercermin dari kebijakan ini, tentunya ketidakmerataan kualitas pendidikan Indonesia menjadi kendala utama penerapan kebijakan ini, karena kesiapan peserta didik yang bersekolah di perkotaan berbeda sekali dengan peserta didik yang bersekolah di daerah pelosok maupun berdasar latar belakang ekonomi sang peserta didik.

Mengenai hal terpenting pertama peserta didik untuk memulai pembelajaran secara daring adalah alat Teknologi. Beruntung teknologi pada Era 4.0/sekarang sangatlah canggih, jadi kemungkinan besar peserta didik dapat mudah belajar daring dan sebagian banyak yang sudah mempunyai alat canggih teknologi yaitu Smartphone ataupun Laptop. Pembelajaran daring yang diselenggarakan oleh kebanyakan guru dan siswa juga menggunakan beberapa platform digital yang menarik dan tentunya membantu sekali untuk meningkatkan keefektifan belajar peserta didik selama masa pandemi ini. Beberapa platform digital tersebut yaitu Google Class Room, E-Learning, Edmodo, Zoom dan Google Meet. Itu semua aplikasi yang dapat bermanfaat untuk keefektifan peserta didik dalam menjalankan pembelajaran secara daring di masa pandemi ini. 

Walaupun demikian, kita tidak bisa menutup mata bahwa masih banyak peserta didik yang tinggalnya dipelosok gunung ataupun didataran tinggi yang sulit akan sinyal untuk menghubungkan keterkaitan kita pada teman-teman sekolah ataupun mengerjakan tugas lainnya. Tidak hanya itu, ada banyak sebagian besar yang bernasib tidak seperti lainnya yang kurang akan ekonominya sehingga tidak dapat bisa memiliki teknologi pendukung seperti smarthphone ataupun laptop. Maka dari itu kita seharusnya bersyukur dan dapat membantu teman yang ekonominya yang tidak memadai ataupun susah sinyal dengan berdoa dan berusaha untuk selalu berkomunikasi jikalau ada tugas ataupun lainnya dari guru. 

Kendala di bidang penggunaan teknologi ini tidak hanya dirasakan oleh peserta didik saja, melainkan juga dirasakan oleh guru, karena guru juga mengajar peserta didik lewat daring smartphone ataupun laptop dan pastinya banyak sebagian guru tinggal disuatu pelosok desa yang susah akan sinyal. Selain itu, beberapa kendala yang dialami guru pada saat mengajar daring adalah pengoprasian aplikasi, sulitnya memusatkan perhatian dan fokus belajar peserta didik dan adanya tantangan dalam menjaga motivasi belajar peserta didik, dari segi evaluasi pun Norma takut keliru dalam pemberian nilai karena kurang mengetahui apakah para peserta didik telah paham dengan materi ajarnya dan sebagian besar penilaian didasarkan dari sikap dan keaktifan peserta didik ketika pembelajaran.

Di sisi lain, para orang tua juga sangat berperan sebagai pembimbing sekaligus motivator bagi anak-anaknya saat belajar di rumah. Pastinya kendala yang dialami orang tua sangatlah besar, tanggung jawab sebagai pengajar pengganti di rumah saat pandemi ini tidak bisa dianggap remeh, karena harus membagi waktu mengerjakan pekerjaan rumah dan membimbing anak saat pembelajaran online. Mengapa orang tua sulit dalam mengganti peran guru yaitu karena profesi guru itu memerlukan keahlian khusus dan tidak dapat dilakukan oleh sembarang orang yang basic-nya tidak dari bidang pendidikan keguruan. Tanggung jawab sebagai pengajar pengganti di rumah saat pandemi ini tidak bisa dianggap remeh, karena harus membagi waktu mengerjakan pekerjaan rumah dan membimbing anak saat pembelajaran online. Mengapa orang tua sulit dalam mengganti peran guru yaitu karena profesi guru itu memerlukan keahlian khusus dan tidak dapat dilakukan oleh sembarang orang yang basic-nya tidak dari bidang pendidikan keguruan.

Kemudian, hal yang perlu diperhatikan yaitu agar guru dan orang tua dapat bekerjasama untuk menjaga motivasi belajar dan meminimalisir stress belajar pada peserta didik. Nah, cara mengurangi stress biasanya bisa dengan membuat status-status yang berisi keluhan hidup di media sosial, ada baiknya hal itu dirujuk pada hal yang lebih bermanfaat misalnya menulis pemikiran yang inovatif sebagai cara menyikapi hal-hal yang kita resahkan. Hal itu bisa dilakukan melalui cara pemberian tugas-tugas yang sesuai dengan jenjang pendidikan dan dapat dipahami peserta didik serta pengelolaan suasana lingkungan belajar yang baik. Maka dari itu baik Teknologi, guru dan orang tua sangat berperan dalam proses pembelajaran daring di masa pandemi ini.






Belum ada Komentar untuk "PERAN TEKNOLOGI, GURU, DAN ORANG TUA DALAM "

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel